Beberapa preman datangi balai desa sentul Diduga sekdes sentul yang mengundangnya

Wartasatuidonesia.com,Lumajang
Segala cara dilakukan oleh oknum sekdes Sentul “A” karena takut jabatannya terancam dicopot,di duga oknum sekdes menyewa preman dari luar desa untuk mendatangi balai desa Sentul kecamatan Sumbersuko kabupaten Lumajang.
Senin (04/07/2022) sekitar pukul 13.00 wib. Ada 4 orang preman yang datang kebalai desa Sentul dengan membawa Sajam terselip di pinggangnya, mereka mengamuk dan membuat ketakutan perangkat desa yang sedang bertugas, sampai-sampai perangkat desa kabur karena ketakutan.
Tidak diketahui identitasnya,mereka datang dengan menggunakan mobil jenis citycar warna putih. Ketika berada diruangan kades dibarengi oleh oknum sekdes Sentul sambil menjelaskan kedatangannya. Awalnya mereka beralibi bahas utang piutang, namun pada akhirnya meminta kades subur menandatangani pernyataan pencabutan laporan dipolres dan bertanggung jawab bahwa semua adalah perintah kades. Hal ini tentu ditolak mentah-mentah oleh kades subur, karena dianggap pernyataan itu membahayakan bagi dirinya.
Karena permintaan ditolak oleh kades subur, kemudian preman tersebut menyuruh oknum sekdes Sentul untuk pergi dari ruangan kades,karena mereka mau melancarkan aksi mengamuknya dikantor desa. Dengan nada kasar dan membentak-bentak serta mengusir seluruh staff desa sehingga membuat ketakutan semua orang yang ada dikantor desa.
Melihat kejadian tersebut salah satu staff desa sentul segera menghubungi awak media FBI yang kebetulan juga warga desa Sentul untuk menjelaskan tentang pelaporan oknum sekdes tersebut.
Setelah dijelaskan oleh awak media FBI,bahwa yang melaporkan sekdes Sentul adalah warga dan GMPK Lumajang. Dan tidak ada kaitannya dengan kades subur, karena warga sudah menolak dan menginginkan sekdesnya berhenti.
Dengan penjelasan tersebut Akhirnya mereka (Preman) diam dan merasa malu, karena apabila dipaksakan mereka akan berhadapan dengan warga (massa),tak selang beberapa lama mereka pamit pulang dan akan melaporkan semuanya kepada oknum sekdes Sentul sebagai penyewa.
Preman tersebut sempat menawarkan agar untuk berdamai dengan oknum sekdes “A” dan mencabut laporannya dengan iming-iming sesuatu. Namun dijawab dengan oleh Dendik Zeldianto (Perwakilan warga), yang mengatakan kalau secara personal kami siap berdamai tapi secara proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada APH (Aparat Penegak Hukum).
” Ya memang para preman yang diduga kuat sewaan oknum sekdes Sentul, karena mereka datang kebalai desa masuk ruangan kades dengan sekdes “A”. Setelah itu ngamuk dan mengusir staff yang ada serta mengintimidasi kades dengan alibi hutang piutang. Namun endingnya memaksa kades untuk menandatangani surat pernyataan yang mereka bawa, tentang perdamaian dan pencabutan laporan dipolres serta yang menyatakan bahwa semua adalah atas perintah kades.” Tutur Dendik Zeldianto.
Lanjut Dendik, ” awalnya ngamuk-ngamuk dikantor desa, salah satu staff menghubungi saya dan segera merapat kebalai desa Sentul. Setelah saya datang mereka kaget karena diantara mereka berempat ada yang tahu dengan saya. Setelah saya sampaikan bahwa yang melaporkan kepolres adalah warga dan LSM GMPK Lumajang. Gak ada kaitannya dengan kades percuma kades tanda tangan karena yang bisa mencabut laporan adalah pelapor dalam hal ini warga. Akhirnya mereka diam dan segera pamit pulang dan akan melaporkan hasilnya kepada oknum sekdes Sentul yang diduga sebagai penyewa jasa mereka.
Kejadian Ini justru akan memicu kemarahan warga yang tidak terima desanya diacak-acak dengan menyewa preman dari luar.” Imbuh Dendik.
” Ini adalah penghinaan bagi pemdes Sentul dan murni bentuk insubkordinasi bawahan kepada atasan.Karena hal serupa sudah pernah terjadi ini adalah yang kedua kalinya saya diintimidasi dengan kasar. Yang pertama didatangi kerumah saya, sekdes dengan keluarganya ngamuk dirumah saya dan memaksa tanda tangan tapi saya tolak. Dan sekarang terulang dengan 32 (Preman) sewaannya. Saya akan laporkan kepada pak camat dengan didampingi para staff dan mas dendik yang ada dilokasi saat kejadian tersebut.” Tegas kades Subur.
Adapun kesaksian semua staff desa mengatakan sangat resah dan ketakutan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami sangat ketakutan dengan kejadian itu, rasanya trauma mau masuk dinas. Siapa tau tiba-tiba mereka datang lagi dan membabi buta, kami takut jadi korban. Sekarang warga resah dan marah karena desanya diobok-obok oleh preman yang diduga sewaan oknum sekdesnya. Ini adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak mencerminkan sebagai sekdes seharusnya memberikan contoh yang baik kepada bawahannya dan kepada warga.” Tandasnya kompak.
Hari ini Selasa (05/07/2022) kades beserta staff desa dan perwakilan warga yang ada pada saat kejadian. Menghadap camat Sumbersuko guna melaporkan kejadian kemarin. Laporan tersebut diterima dengan baik dan segera ditindak lanjuti serta melakukan koordinasi dengan sekda kabupaten Lumajang.
“Terima kasih informasinya,saya akan segera menghadap pak sekda untuk berkordinasi tentang langkah selanjutnya. Kecamatan tidak akan berpihak kepada orang salah, cuma kami ikuti dengan prosedural. Jadi harap bersabar dan saya harapkan warga Sentul tidak terpancing, tetap jaga kondusifitas situasi didesa Sentul.” Tegas camat Sumbersuko H.Hari Sujatmiko S.E.(arini)







