Kwalitas Jelek, Warga Desa Tambak Ukir Tolak Beras BPNT

By Muhammad Amin 02 Des 2022, 17:35:09 WIB Daerah
Kwalitas Jelek, Warga Desa Tambak Ukir Tolak Beras BPNT

Wartasatuindonesia.com,Probolinggo

Karena dianggap beras yang diterima jelek,Warga  Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo mengembalikan beras yang dibelinya kepada Imam warga setempat selaku ketua kelompok yang menghandel pengadaan beras dari bantuan BPNT yang cair bersamaan dengan bantuan PKH Bansos dan BLT BBM pada Senen (28/11) kemaren.

Sebanyak 384 zak beras dari total 600 Zak yang disalurkan kepada para KPM kini ditaruh disalah satu rumah warga,"beras itu datang  pada Senin malam ketika listrik disini padam dan sudah disalurkan semua kepada penerima,namun kemarin dikembalikan oleh warga karena kwalitasnya jelek,"terang salah satu warga setempat.

"Kami bayar 400 ribu dan dapat 30 kg beras (2 zak) serta 2 kg terlor ditambah 2 liter minyak goreng. Bapak bisa hitung sendiri berapa penghasilan ketua kelompoknya," imbuh warga yang lain.

"Alhamdulillah warga kemarin terima bantuan doble, ada yang terima 1 juta bahkan ada yang 2 juta pak, katanya doble dengan PKH dan BLT BBM, lumayan buat belanja,"kata warga saling bersahutan

"Kalau pak kades tidak ikut campur urusan beras jelek ini pak, yang harus bertanggung jawab ya ketua kelompoknya,"imbuh warga yang mengaku bernama mistar/p.se

Salah satu perangkat desa yang sempat dikonfirmasi menuturkan,"awalnya kami dapat kiriman video dari salah satu penerima. Dikatakan dalam video itu bahwa berasnya jelek. Kemudian saya share video tersebut pada pak kades,"jelas pak Desi perangkat desa.

Kemudian para perangkat Desa atas perintah pak kades mengumumkan kepada warga untuk mengembalikan beras itu jika memang tidak berkenan dan menganggap berasnya jelek,"tambahnya

"Kalau tidak salah ada sekitar 216 zak yang belum dikembalikan warga. Akan tetapi warga yang mengembalikan sudah diganti, kita belikan beras yang lebih bagus,"imbuh perangkat berkumis ini.

"Kami dengar beras ini dibeli oleh ketua kelompok kepada oknum LSM berinisial ADY dengan harga Rp.9.800 (sembilan ribu delapan ratus rupiyah,"pungkasnya.


Jum'at (2/12) saat ditemui dirumahnya kades Tambak Ukir mengatakan,"ya dikembalikan sama warga, tapi warga sudah diganti,"katanya

M.Nuruddin anggota DPRD Kabupaten Probolinggo,juga turut mengomentari soal ini,"semestinya pengkordiniran seperti ini tidak boleh, apa lagi ada paksaan, warga harus diberi kebebasan mau belanja  di toko sembako mana saja itu terserah warga. Oke mas coba saya telfon dan konfirmasi pada kadesnya",katanya.

Sementara itu, Imam selaku ketua kelompok sampai berita ini diangkat belum bisa dikonfirmasi.(MH/tim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment