Oknum Pendamping Lokal Desa (PLD) Tipu Kades 19 juta

Wartasatuindonesia.com,Probolinggo
Pendamping Lokal Desa (PLD) adalah Tenaga Pendamping Profesional atau TPP yang memiliki wilayah kerja di Desa. Tugas pokok PLD sesuai Peraturan Menteri Desa, PDTT Nomor 19 Tahun 2020 yaitu,melakukan pendampingan dalam kegiatan Pendataan Desa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan Pembangunan Desa yang berskala lokal Desa. Terlibat aktif mencatat dan melaporkan kegiatan sehari-hari di Desa yang berkaitan dengan implementasi SDGs Desa, kerja sama antar Desa, dan BUM Desa ke dalam aplikasi laporan harian dalam SID. Melaksanakan penilaian mandiri melalui aplikasi laporan harian dalam SID, dan Meningkatkan kapasitas diri secara mandiri maupun melalui komunitas pembelajar.
Ketika keluar dari kontek itu maka bisa dikategorikan calo, salah satu contoh oknum PLD di wilayah Kecamatan Kotaanyar. Oknum ini diduga telah memanfaatkan kedekatannya dengan pemerintah desa dengan menjanjikan sebuah proyek yang bersumber dari propinsi.
Oknum PLD tersebut berinisial MHBN. Oknum ini sekitar bulan Oktober 2020 lalu telah mendatangi kades Sumbercenteng Syaiful Adi Putra dan kepada Syaiful (panggilan akrab kades Sumbercenteng) dirinya menjanjikan proyek ratusan juta rupiah dari propinsi Jawa timur dengan jaminan harus bayar 19 juta rupiah sebagai uang pelicin. Atas tawaran itu Syaiful tergiur, dengan tujuan demi kemakmuran desanya. Demikian disampaikan oleh salah satu perangkat desa sumbercenteng kepada wartawan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Syaiful selaku kades Sumbercenteng,"benar mas, uang itu kita bayar dua kali, totalnya 19 juta. Namun proyek yang dijanjikan sampai sekarang tidak kunjung turun. Kami sudah mengutus perangkat desa untuk nagih uang tersebut pada yang bersangkutan, tapi belum berhasil,"kata Syaiful saat dikonfirmasi (19/11).
Demikian juga dengan camat Kotaanyar,"trimakasih atas infonya mas, kami kordinasikan dulu,"kata camat kotaanyar yang biasa dipanggil pak Hari ini.
Setiap mau dikonfirmasi, dihubungi lewat ponselnya, oknum PLD tersebut selalu mengaku ada acara keluar kota. Lewat WatShab, dikonfirmasi soal uang kades Sumbercenteng yang 19 juta, oknum ini tidak menjawab.(MH)







