Pedagang Pasar Baru Ini Mengaku Belum Pernah Mendapat Bantuan Modal Usaha dari Pemerintah Daerah

Newwartaindonesia.com/Probolinggo - Erna (53 Thn) warga Jalan KH Abdul Hamid Gg Kebon Mendek 167 Kelurahan Kebonsari Kulon kecamatan Kanigaran kota Probolinggo, yang kesehariannya sebagai pedagang kaki lima yang menempati stand di Pasar Baru Jalan Niaga kota Probolinggo, menjadi salah satu pelaku usaha kategori kecil yang selama ini belum tersentuh bantuan permodalan dari pemerintah daerah.
Menurut janda paruh baya ini, selama menggeluti usaha jualan skala kecil dipasar tersebut, dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari instansi terkait. Demi kelancaran usahanya, perempuan ini harus mengambil pinjaman di Koperasi Simpan Pinjam yang harus dibayar setiap minggu dengan bunga yang cukup tinggi.
"Kalau bantuan pinjaman modal usaha dari pemerintah, belum pernah. Selama ini ibu sampai pinjam ke koperasi mingguan dan harian. Gimana lagi, untuk mengatasi kekurangan modal ibu terpaksa pinjam ke koperasi itu."ujarnya.
Ditanya apa mencukupi keuntungan dari jualan untuk membayar cicilan tersebut, dengan wajah sedih ibu Erna menjawab "Sebenarnya gak cukup nak, sampai ibu harus cari pinjaman sana sini untuk menutup cicilan tiap minggunya."katanya.
Dari kejadian ini kita berharap adanya perhatian serius dari dinas terkait yang berkopeten memfasilitasi UMKM dalam memenuhi kebutuhan permodalan. Hal yang miris ketika para pedagang kecil ini harus terperosok dalam siklus pinjaman dengan bunga besar bak rentenir yang berkedok koperasi yang ujung ujungnya justru membuat pedagang makin terpuruk. (ZA)







