Penerima P3-TGAI di Pakuniran Tolak Permintaan Fee Oleh Broker

Keterangan Gambar : Kades Kalidandan pakuniran saat di konfirmasi
WartaSatuIndonesia.com,Probolinggo
Permintaan fee oleh broker proyek P3-TGAI dibeberapa desa di Kabupaten Probolinggo saat ini lagi ramai diberitakan oleh beberapa media. Nominal yang diminta bervariasi mulai dari 20 persen hingga 30 persen dari total anggaran yang diterima yaitu 195 juta
Dari dari hasil penelusuran Warta Satu Indonesia com. Beberapa desa sudah ada yang setor tapi ada pula yang belum bahkan menolak atas permintaan setoran fee tersebut. Salah satu diantaranya empat desa penerima P3-TGAI 2023 di wilayah Kecamatan Pakuniran.
Seperti yang disampaikan oleh Kusnadi (32 th) Kades Kalidandan Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.
"Memang sempat kami ditelfon bahkan didatangi oleh oknum yang sampean sebut broker tersebut dimana, oknum tersebut sempat minta fee sebesar 20 persen kepada kami dengan alasan sebagai bentuk komitmen atau kesepakatan. Namun kita tolak", katanya. Senen (5/6).
"Oknum ini berinisial R, pengakuannya kepada kami bahwa program ini realisasi karena berkat pengawalan dirinya. Tapi yang jelas, empat desa penerima di kecamatan Pakuniran menolak dengan tegas dan tidak mau bayar", tambahnya.
"Ini kan program dari pusat yang intinya untuk percepatan pembangunan ditingkat desa. Pertanyaannya lagi, jika nanti ada masalah apakah oknum broker tersebut berani tanggung jawab. Sudah pasti hasil pekerjaan tidak akan sesuai RAB yang ada jika dananya dikepras seperti itu. Ketika tidak sesuai RAB berarti pekerjaan tidak beres", tambahnya
Hal yang sama sempat disampaikan oleh Abd Rahman Kades Kertonegoro," tidak ada broker proyek di pakuniran, jika ada kami tolak. Pemberian fiee itu masuk gratifikasi makanya kami tolak", katanya beberapa waktu lalu.(rhm)







