PT. TIMOR PERKASA RAYA diduga bekerja Semau Gue

wartasatuindonesia.com,Probolinggo
Tahapan pengerjaan proyek tol Paspro Seksi 4 yang sudah mencapai sekitat 50% sungguh sangat memperihatinkan hal ini dapat dilihat dari paksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontraktor dari PT. Waskita Karya diduga "semau Gue". Seperti yang telah terjadi pada Sub Kontraktor PT. Timor Perkasa Raya yang terkesan putus koordinasi dengan Main Kontraktornya, PT. Waskita Karya.
Mulai dari bahan atau material yang digunakan yang berasal dari tambang urug ilegal. Dalam pengerjaan ini PT. Timor Perkasa Raya mendatangakan material dari tambang galian c ilegal yang berada di Desa Sekarkare Kecamatan Dringu yang diduga masih masuk area Gunung Bentar dalam pengawasan Lantamal V Surabaya.
Sumber tanah urug ilegal ini digunakan oleh PT. Timor Perkasa Raya dengan sengaja untuk mengeruk keuntung yang besar. Selain menggunakan tanah urug dari tambang ilegal, diduga PT. Timor Perkasa Raya juga mengggunakan BBM bersubsidi yang jelas sangat menyalahi aturan.
Salah seorang aktivis lingkungan yang enggan disebut namanya menyatakan akan melaporkan hal ini apabila dalam investigasinya menemukan bukti penggunaan BBM bersubsidi pada Kamis 7/7/22.
"Kami tim investigasi akan melakukan pengamatan dilapangan, apabila ternyata ditemukan bukti penggunaan BBM bersubsidi, maka kami akan melaporkanya ke Kepolisian Daerah Jatim", tegasnya.
Sebagai langkah awal kami akan bersurat kepada PT. Waskita Karya dan menyapaikan hasil temuan tersbut. Selanjutnya apabila tidak mendapatkan tanggapan maka akan ada upaya hukum yang dilakukan, sesuai ketentuan Peratiluran Perundang Undangaj yang berlaku. (Tiem)







