Samakan Persepsi, Puluhan Aktivis Berkumpul di Desa Klampokan

WarTaSatuindonesia.com,Probolinggo
Bertempat di Rumah Dony Sandi tokoh masyarakat Desa Klampokan Kecamatan Besuk puluhan aktivis Probolinggo berkumpul dalam rangka memper erat hubungan secara emosional, serta melakukan hearing menyamakan persepsi, sabtu (14/1/23).
Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 wib itu juga dimeriahkan dengan hiburan musik elekton dengan menghadirkan artis kondang Probolinggo.
Dari pantauan media ini, tampak hadir dalam kesempatan itu beberapa tokoh pergerakan mulai dari wilayah kecamatan Kraksaan, Besuk, Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran.
Dalam sambutannya, Dony selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh senior tersebut."Terima kasih atas kehadiran rekan semua atas undangan kami ini. Semuga pertemuan atau silaturrahim ini menambah hubungan yang lebih erat diantara kita dan semuga pertemuan seperti ini berlanjut pada pertemuan pertemuan berikutnya", ucapnya.
"Tujuan utama kami mengundang rekan semua adalah untuk menyatukan persepsi, menyalakan pola pikir terutama berkaitan dengan stikma sebagian kalangan masyarakat yang memandang sebelah mata dengan keberadaan kita. Mari kita bahas bersama bagaimana agar kita bisa keluar dari gubangan stikma tersebut", tambahnya.
Penyampaian Dony ditanggapi serius Syaiful Bahri salah satu peserta dalam pertemuan tersebut."Mengenai stikma atau penilaian masyarakat tentang keberadaan kita, menurut saya itu kembali pada personal Masing masing. Menurut saya, rekan yang hadir pada hari ini adalah orang hebat semua. Sudah lihai dan berpengalaman dilapangan sesuai dengan profesinya masing masing", Sambutnya.
"Profesi apapun ketika dijalani sesuai aturan perundang undangan yang mengikat pada profesinya maka, hasilnya akan baik, begitu pula sebaliknya. Jadi saya setuju dengan pendapat yang barusan, yaitu kembali pada personal Masing masing", celetuk A.Rahim

Binhaudi aktivis senior era tahun 90 puluan juga sumbang pendapat." Ketika keberagaman dan pola pikir yang berbeda dari semua latar belakang yang berbeda ini bisa satu resonansi, maka akan menimbulkan sebuah kekuatan baru yang mampu menghadapi segala rintangan dan persoalan yang ada", katanya.
" Betapa indahnya kebersamaan, seindah mata memandang pelangi", pungkas Binhaudi.
"Mengingat waktu sudah malam, mungkin acara seperti ini dilanjut pada kesempatan yang lain. Tapi yang jelas saya setuju dengan pendapat yang barusan bahwa kita harus selalu bangun yang namanya "Simbiosis mutualisme", celetuk Kang Mamad.
Acara yang berahir pada pukul 16.15 Wib tersebut ditutup dengan Doa dan dilanjutkan dengan ramah tamah.(tim)







