Warga Keluhkan Proyek Sanimas Yang Tak Pakai Pondasi

Wartasatuindonesia.com,Probolinggo
Proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dengan anggaran 350.000.000, dengan pengadaan 21 unit bilik,18 unit tangki septic type1, 3 unit tangki septic type2, pengolahan lanjutan di Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Provinsi Jawa Timur. Kamis, 25/05/2023.
Proyek yang sudah berjalan kurang lebih 3 bulan itu belum selesai, keluh kesah dari warga masyarakat sudah ramai diperbincangkan terutama anak - anak muda curahtemu yang tidak mendapat panggilan untuk mengelola sendiri pengerjaan Proyek SANIMAS tersebut.
Salah satu pemuda Desa Curahtemu yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, "Kenapa mesti orang luar yang mengerjakannya, kalau sama - sama hanya mengaduk loloh sama - sama tau", maksudnya kita sebagai orang dalam Desa Curahtemu juga bisa, kenapa harus mempekerjakan orang luar Desa padahal proyek ini swakelola. Ujarnya Selasa (23/5/2023)
Jika dilihat dari peraturan jelas melanggar undang-undang karena proyek yang bersifat swakelola harus dikelola oleh warga Desa sendiri tidak boleh dipekerjakan kepada orang luar Desa atau diborongkan.
Mengantisipasi adanya pengerjaan proyek yg tanpa pondasi, salah satu warga menginformasikan bahwa ada salah satu MCK yang hanya pondasinya digali dan tidak mengikuti RAP, dikhawatirkan jika musim hujan terkikis dan tidak bertahan lama.
Hal senada juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat desa Curahtemu, yang berinisial B dirinya berkata bahwa, pekerjaannya sangat terkesan asal jadi mas, dan tidak memakai pondasi, ia karena yang bekerja bukan warga desa sini, jadi mereka asal asalan bekerjanya tidak berpikir jangka panjangnya, apa lagi pekerjaannya diborongkan, kesimpulan nya jelas ketua pelaksana hanya mengejar untung besar tanpa ada pertimbangan kualitasnya.
Kami selaku tokoh masyarakat desa Curahtemu banyak pengaduan dari masyarakat tentang kualitas pekerjaannya yang kurang baik dan kami saat ini masih mengumpulkan bukti bukti nanti pasti kami laporkan mas. Pungkasnya dengan nada kecewa.
Sementara setelah tim media mendatangi Tim Pelaksana Kerja (TPK) sekaligua perangkat desa Curahtemu di kediamannya dirinya mengatakan bahwa, kalau pondasi kami mengikuti lokasi di lapangan karena kalau disini kan tanahnya tidak rata, saat ditanya soal tenaga kerja dia mengaku kalau yang kerja banyak orang luar desa Curahtemu, dan itu diborongkan mas, saat disindir berapa persatu unitnya dia berkata itu privasi, Ungkapnya ketua pelaksana SANIMAS yang juga sebagai perangkat desa.
Agar pemberitaan ini berimbang tim media menghubungi kepala desa Curahtemu melalui panggilan Whatsapp dirinya menjawab, ayo kita ketemu dirumah biar jelas, namun, setelah tim media mendatangi rumahnya sesuai jadwal yang ditentukan kepala desa Curahtemu, dirinya tidak menemuinya, sampai berita ini dipublikasikan. (MH)







