Warga Tolak Beras BPNT, Ketua LPD Turun Gunung

By Muhammad Amin 04 Des 2022, 19:31:38 WIB Daerah
Warga Tolak Beras BPNT, Ketua LPD Turun Gunung

WartaSatuindonesia.com,Probolinggo

Penolakan warga Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo atas beras BPNT ditanggapi serius oleh Abdul Asiz Ketua LSM Penegak Demokrasi (LPD) Kabupaten Probolinggo. Menurut Asiz (Panggilan akrabnya) yang menjadi persoalan bukan hanya penolakan atau pengembalian atas beras tersebut, akan tetapi banyak hal yang perlu disorot dalam persoalan ini, terutama pengondisian oleh ketua kelompok terhadap para KPM,"realisasi Bansos BBM, BPNT (Sembako), dan PKH yang cair serentak kemaren banyak dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk meraup sebuah keuntungan, selain pengondisian pembelian sembako, banyak pungli kepada penerima PKH dan itu terjadi dibeberapa desa, tak terkecuali di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar,"terangnya.

"Temuan tim kami di Desa Tambak ukir selain beras ditolak oleh warga, juga diduga kuat adanya dugaan pengondisian KPM agar beli sembako kepada ketua kelompok. Padahal itu tidak boleh", tambahnya.

Dilanjutkan oleh Asiz saat ditemui di kantornya Jl.Kiyai Mino Dusun Krajan Desa Kalikajar Wetan Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo,"berkaitan dengan Bansos BBM, BPNT (Sembako), dan PKH tidak boleh ada pemotongan dalam bentuk dan alasan apapun. Kedua tidak boleh ada pemaketan sembako dan pengondisian membeli di salah satu warung atau toko dan ketiga bahwa KPM bebas membeli sembako di toko atau warung mana saja".lanjutnya.

"Jika ditemukan pemotongan, pemaketan dan pengondisian sembako maka itu menyalahi aturan dan dianjurkan untuk melapor pada dinas sosial atau kepada penegak hukum. Untuk kasus di Tambak Ukir kami sudah membuat surat pengaduan kepada Dinas Sosial tembusan kemensos RI dan presiden. Sebab, selain pengondisian ada dugaan permintaan tanda terima kasih pada penerima PKH oleh oknum ketua kelompok".tambahnya.

Ditanya soal adanya indikasi pengondisian, pria yang juga punya keahlian dibidang spiritual ini menjawab,"indikasinya jelas yaitu adanya satu paket sembako yang diterima oleh KPM berupa beras, minyak goreng dan telor. Intinya kami sudah mengantongi datanya dan sudah diadukan pada pihak terkait, tidak ada tindak respon lanjut pada urusan hukum", pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa warga Tambak ukir Kecamatan Kotaanyar menolak atau mengembalikan beras BPNT karena kwalitasnya dianggap jelek. Diketahui penyur beras tersebut adalah ketua kelompok Desa Tambak ukir yang disebut oleh warga bernama Imam.

Hingga kini, ketua kompok yang dimaksud belum bisa dikonfirmasi, di konfirmasi lewat pesan WatShap tidak ada respon.

Menurut salah satu perangkat desa, beras tersebut kemaren sudah diangkut dari lokasi,"berasnya sudah dibawa, sekarang sudah tidak ada di TKP", terangnya (3/4) kemaren.(har)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment