Asmen PT. SGN PG Wonolangan, Ambil Langkah Preventif Terkait Bocornya Gula Rafinasi

By Editor 05 Sep 2025, 22:45:21 WIB Daerah
Asmen PT. SGN PG Wonolangan, Ambil Langkah Preventif Terkait Bocornya Gula Rafinasi

Keterangan Gambar : Galih Pandu, Asisten Manager Akuntansi & Keuangan PT.SGN PG Wonolangan



Newwartaindonesia.com/Probolinggo – Polemik yang berhembus dimasyarakat terkait potensi negatif akibat bocornya gula rafinasi, sehingga menimbulkan penumpukan stok gula tebu petani di gudang termasuk di PT.  Sinergi Gula Nusantara (PT. SGN) PG Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Kenyataan ini dibenarkan oleh Galih Pandu, Asisten Manager (Asmen) Akuntansi dan Keuangan PT. Sinergi Gula Nusantara PG. Wonolangan yang memperkirakan penumpukan stok gula tebu ini sekitar 13.750 ton dengan rincian 9.000 ton milik petani sisanya milik PT. SGN.

Menurut Galih, ada instruksi dari Holding PT. SGN pusat kepada seluruh General Manager (GM) staf dan karyawan seluruh Indonesia jika menemukan penimbunan gula rafinasi yang peruntukannya bukan untuk industri makanan, minuman dan farmasi segera melapor kepada aparat penegak hukum.

Hal ini termasuk mengacu adanya kerjasama antara pihak holding PT. SGN pusat  dengan pihak Polri, jika ditemukan kasus tersebut pasti ditindaklanjuti oleh Aparat penegak hukum mulai Polsek, Polres ataupun Polda.

Dilihat dari perkembangan atas kasus berkaitan dengan penimbunan gula rafinasi khususnya di jawa Timur, hingga saat ini masih belum ditemukan.

“Informasi yang kami ketahui dari berita yang tersebar, ternyata bocornya gula rafinasi itu terjadi di Pulau Sulawesi, dan membidik pangsa pasar di jawa,"ujarnya.

Asmen PT. SGN PG Wonolangan ini menjelaskan, kebutuhan gula nasional sekitar 4,8 juta ton pertahun, sementara produksi gula nasional hanya mencapai angka antara 2,5 sampai 3 juta ton pertahun itupun dengan catatan jika didukung cuaca yang bagus. Pastinya target tidak terpenuhi dan pemerintah harus mengimpor gula rafinasi utamanya untuk kebutuhan industry dan farmasi.

Secara global, PT. SGN berkomitmen membantu para petani tebu agar gula segera laku terjual dengan melakukan tender terbuka. Hal tersebut juga diikuti dengan adanya penyediaan fasilitas gudang penyimpanan oleh PT. SGN. Asumsinya jika sampai akhir September 2025 gula yang ada di gudang belum terjual, PT. SGN sudah mencarikan alternatif menyediakan gudang baru untuk menyimpan menumpuknya stok gula. (Id)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment