Diduga Kuat Tidak Berijin, Stockpile Limbah Batubara Di Lumajang Meresahkan Masyarakat

By Editor 14 Mar 2025, 14:55:57 WIB Daerah
Diduga Kuat Tidak Berijin, Stockpile Limbah Batubara Di Lumajang Meresahkan Masyarakat


Newwartaindonesia.com/Lumajang - Setelah beberapa waktu lalu PT. Semen Imasco Asiatic membuat gempar khalayak Kabupaten Jember karena dianggap merusak jalan di Kabupaten tersebut, kali ini produsen semen itu juga memicu polemik di Kabupaten Lumajang. Pasalnya bahan baku pembuatan semen yang salah satunya merupakan limbah batu bara atau bottom ash ditimbun di salah satu stockpile pasir Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Hal ini menimbulkan ke khawatiran bagi masyarakat sekitar.

Pasalnya setiap hari puluhan dump truck tronton mengirim limbah yang diduga berasal dari PLTU Paiton Probolinggo. Dilokasi stockpile, ribuan ton limbah itu dituang lalu dioper ke dump truck kecil dengan kapasaitas 15 ton, serta langsung dibawa ke pabrik semen PT. Imasco di Puger Jember.

Ketika media ini melakukan konfirmasi terhadap Fendi sebagai penanggung jawab jasa angkut, ia menyampaikan jika ijin stockpile dan ijin bongkar muat tidak ada,"Kalau ijinya tidak ada mas, dan ijin angkutnya juga tidak ada, kan itu bukan stockpile, cuma sebagai tempat ngangkut saja",ujarnya Sabtu (08/03/2025).

Lebih lanjut Fendi menyampaikan jika bahan baku untuk pembuatan semen tersebut pemiliknya adalah orang Probolinggo atas nama Ko Adi,"pemiliknya Ko Adi mas orang Probolinggo, dan saya hanya jasa angkut saja",jelasnya.

Sementara Ko Adi yang disebut-sebut oleh Fendi sebagai pemilik barang ketika dikonfirmasi terkait stockpile, ia tidak bisa menjawab dan hanya menyampaikan bahwa media ini suruh konfirmasi kepada Fendi.

"Sudah ta sampaikan ke Fendi, hubungi aja Fendi, Maaf konfirmasi ke Fendi saja, tanya Fendi aja ya", kata Ko Adi berkali-kali menyuruh media ini konfirmasi terhadap Fendi melalu pesan berantai WhatsApp.


Di satu sisi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pecinta Lingkungan (LSM-AMPEL) Lumajang, Arsyad Subekti angkat bicara. ia mengkritisi jika ada stockpile di Desa Besuk yang tidak memiliki ijin dan menjadi pertanyaan masyarakat, bahkan persoalan itu muncul ketika lokasi stockpile itu ada didaerah jembatan timbang Kecamatan Kedungjajang, dan sempat di demo warga sekitar karena sangat menggangu serta debunya bertebaran dijalan raya.

"Kalau stockpile itu tidak berijin itu sudah salah, dan pengangkutannya juga harus punya ijin angkut, stockpile itu kan yang kemarin ada di wilayah jembatan timbang di Kecamatan Kedungjajang yang debunya sangat menggangu warga sekitar juga pengendara motor yang lewat."kata Arsyad Subekti, Jumat (14/03/2025).

Arsyad Subekti juga mengatakan jika angkutan material limbah batubara tersebut juga diduga  melebihi tonase karena sampai atas dan meskipun di tutup pakai terpal masih saja materialnya berjatuhan di sepanjang jalan yang di lewati,"itu materialnya berjatuhan dijalan yang dilewati, dan itu melebihi tonasenya, kasihan pengendara terutama pengguna sepeda motor terganggu kena debunya, bahkan yang diangkut itu bukan tanah tras, melainkan Fly Ash dan Bottom Ash, bekas limbah batubara atau non B3, yang tidak boleh sembarangan muatnya,"jelasnya.

"Kita meminta APH dan pemerintah harus menghentikan kegiatan ini karena berbahaya bagi masyarakat umum dan ini harus ada ijin khusus.  kita juga akan kawal stockpile ini, harus ada ijin stockpile juga ijin angkutnya, bila perlu dan harus, kita akan bersurat kementrian dan lain-lainnya",tegas Arsyad Subekti yang selama ini selalu kritis terhadap lingkungan.(Tim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment