Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Tanggapi Usulan LIN dan LPLH TN Dalam RDP DPRD Kabupaten Probolinggo Dengan Operasi Pasar Beras Murah

Newwartaindonesia.com
Probolinggo - Rapat Dengar Pendapat DPRD Kabupaten Probolinggo yang digagas oleh Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Probolinggo bersama Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Tapalkuda Nusantara (LPLH TN) DPC Probolinggo Raya pada Rabu (30/7/2025) yang dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, DKUPP, Bulog dan Perpadi Kabupaten Probolinggo dalam pembahasan kelangkaan beras medium dipasaran telah mendapatkan kata sepakat bahwa Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar operasi pasar dengan penjualan beras murah di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dengan hasil kesepakatan tersebut Dinas Ketahanan Pangan pada 7 - 15 Agustus 2025 telah mengadakan operasi pasar penjualan beras murah se Kabupaten Probolinggo. Pada kegiatan tersebut digelontorkan beras SPHP sebanyak 500 sak 5 kg atau setara dengan 2.5 ton untuk masing - masing Kecamatan. Beras SPHP ini dijual kepada masyarakat seharga Rp. 11. 600,- per kilogram atau Rp. 58. 000,- per 5 kg. Dengan harga yang sangat terjangkau untuk masyarakat, beras ini diserbu oleh warga masyarakat sekitar operasi pasar.
Selain penjualan beras tersebut Dinas Ketahanan Pangan juga mensosialisasikan cara dan syarat bagi pemilik toko pracangan di desa - desa agar bisa membeli beras medium seperti SPHP di Bulog. Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar toko pracangan juga dapat membeli beras medium seperti SPHP untuk stok dagangannya.

Seorang warga dari Desa Kalisalam, menyampaikan sangat senang dan mendukung apabila pemerintah dapat menekan harga beras di pasaran. "Saya sangat senang adanya penjualan beras murah ini, semoga bisa nyampai di toko - toko sekitar rumah, karena ini kebutuhan pokok kami," terang Ibu Yus, warga Desa Kalisalam yang menyempatkan membeli beras murah.
Dalam kesempatan operasi pasar beras murah di Kecamatan Dringu, Ketua LPLH TN DPC Probolinggo Raya, Didit Laksana berkesempatan memonitor langsung adanya kegiatan operasi pasar beras murah di Kecamatan Dringu. "Dengan kegiatan ini diharapkan agar ketersediaan beras medium untuk masyarakat dapat dirasakan," terang Didit Laksana. Bukan hanya itu, diharapkan masyarakat pemilik toko pracangan juga dapat membeli beras medium dari bulog langsung. "Untuk mengurangi monopoli oleh pedagang besar diharapkan ada kesempatan bagi pedagang kecil yang memiliki toko pracangan utnuk dapat membeli langsung dari Bulog," imbuh Didit Laksana.
Kelangkaan beras medium ini juga disebabkan adanya perusahaan penggilingan padi enggan untuk memproduksi beras medium, hal ini disebabkan karena margin keuntunganya yang kecil malah cenderung merugi. "Hal yang sangat mempengaruhi kelangkaan beras medium, karena perusahaan penggilingan padi enggan memproduksi beras medium, karen harga gabah yang cukup tinggi sehingga keuntungannya kecil malah cenderung rugi," tambah Didit Laksana. "Untuk itu kehadiran pemerintah untuk menentukan HET Gabah Kering Panen maupun Gabah Kering Giling sehingga tidak memberatkan perusahaan penggilingan padi," pungkas Didit Laksana. (tim)







