Kerusakan Jalan Tambakrejo Disebabkan Armada Tambang, LPLH TN Desak Gus Haris Turun Tangan

Newwartaindonesia.com
Probolinggo - Pemeliharaan ruas jalan desa Tambakrejo - Lumbang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo yang bersumber dari Dana Allokasi Khusus (DAK) APBD 2022 lalu senilai 8 miliar lebih, kini kembali rusak parah seolah pengerjaan pemeliharaan asal asaln. Hal ini diduga disebabkan oleh aktifitas pertambangan di wilayah Desa Pamatan hingga Klampok Kecamatan Tongas yang tidak menggunakan Kajian Lingkungan Hidup Sitematis (KLHS).
"Desa Tambak Rejo sampai Pamatan ini adalah desa paling barat di Kabupaten Probolinggo, miris rasanya melihat kondisi jalan kabupatennya rusak parah seperti itu," ungkap Suwarno, Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Tapalkuda Nusntara (LPLH TN) Probolinggo Raya, Rabu (07/03/2025).
"Tiap hari ratusan truk dengan beban melebihi batas tonase, lalu lalang melewati jalanan sempit tersebut." ungkap Suwarno. Tak jarang konflik antara masyarakat dan sopir pengangkut material tambang terjadi. "Sering sekali tiba-tiba warga menutup jalan dengan berbagai macam alasan. Namun setelah itu reda dan dibuka lagi jalannya," imbuhnya.
Selain itu, dampak kerusakan lingukungan yang disebabkan oleh pertambangan ini juga sangat birik. Karenanya, dia berharap Bupati Probolinggo Gus Haris, menghentikan kegitan tambang tersebut. "Jangan tunggu viral dulu baru ada tindakan," ujarnya.
Sementara itu, Zen salah seorang warga mengaku resah dengan rusaknya insfrastruktur di daerahnya. Meski telah berkali-kali terjadi konflik dan sangat merugikan berbagai pihak, nampaknya permasalahan ini kurang menjadi perhatian dari pemangku kebijakan khususnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Seharusnya armada pengangkut material tambang dari Desa Pamatan dan Desa Kelampok memiliki ijin khusus setelah melalui kajian dari pihak terkait, khususnya dari Dinas Perhubungan (Dishub) karena harus juga diperhitungkan Ambang Dampak Lalu Lintas.
"Lha ya mas, wong truk pengangkut pasir dan urug Tras bermuatan kayak gitu yang liwat. Kate gak jebol Yo opo dalane," tutur warga di sekitar masjid desa Tanjungrejo mengeluhkan kondisi jalan yang selalu rusak dan kembali ke tanah.
Senada Muhammad, warga desa lainya menambahkan bahwa kerusakan jalan ini hanya beres sesaat. Sekitar tahun 2022 lalu, usai diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, hanya bertaham 2 bulan. "Mungkin baiknya hanya 2 bulan waktu itu mas. Namun saat ini jalan yang melalui 4 desa ini kembali ke tanah lagi seolah tak beraspal," jelasnya Muhammad.
"Apalagi saat ini, ada armada pengangkut urug atau Tras dari tambang di desa Pamatan yang tiap hari bisa mencapai 150 truk lebih, sehingga diduga memperparah kerusakan jalan tersebut." imbuh Muhammad.
"Saya berharap Bupati Probolinggo yang baru bisa turun langsung melihat kondisi jalan yang rusak parah akibat muatan berlebih dari truk pengangkut pasir dan urug tras mulai Desa Pamatan hingga Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas," cetus pria 55 tahun ini. (Red)







