MENGUNGKAP AROMA TAK SEDAP YANG MULAI TERENDUS PUBLIK

Newwartaindonesia.com
Probolinggo - di saat akan memasuki Bulan suci Romadhon ada saja Masalah yang terindikasi adanya Penipuan,Perekrutan Pendamping Desa (PD) dan juga Pendamping Lokal Desa (PLD) Menjadi Topik Hangat di Kabupaten Probolinggo, Kelompok yang Mengatas Namakan Kompakdesi beraksi ke Desa-Desa di Kabupaten Probolinggo untuk mencari Pemuda pemudi yang mau di rekrut menjadi Pendamping Desa atau Pendamping Lokal Desa.
Temuan Media Newwartaindonesia.com ada beberapa Warga di beberapa Kecamatan yang sudah Mendaftarkan diri untuk Menjadi tenaga Pendamping Desa, diantaranya Kecamatan Kuripan, Sukapura, Wonomerto, Leces, Tegalsiwalan, Tiris dan kemungkinan masih banyak lagi Kecamatan lainnya.
Menurut salah satu warga (JS) yang sudah mendaftar di perkirakan ada sekitar 400 orang se Kabupaten Probolinggo dan telah di Terima menjadi tenaga Pendamping Desa oleh Kementrian Desa dan tinggal menunggu SK,katanya.Kamis 27-02-2025.
"Saya membayar (1.000.000)satu juta rupiah untuk pendaftaran dan (1.500.000)satu juta lima ratus ribu rupiah untuk uang jasa kata JS,lebih lanjut Dia mengatakan bahwa pada awal bulan Februari dia bersama 400 rekan rekannya berkumpul di terminal Bayuangga Probolinggo,dengan mengendarai 6 unit Bus sebanyak 300 orang dan 100 orang lainnya menyusul, semua bertolak menuju ke Kota Solo untuk mengambil SK yang telah di Janjikan oleh penyelenggara yang mengaku dari pihak Kompakdesi Jatim,tetapi setelah sampai di solo bukannya mengambil SK tapi justru kami menghadiri acara HUT Gema Desa ke 17 di stadion Manahan Solo dan Kami Pulang dengan tangan Kosong tanpa SK, katanya.

Masih dari "JS" Sekarang pihak penyelenggara minta uang lagi sebesar rp.2.000.000.(dua juta) rupiah untuk menjemput SK yang kemarin tertunda katanya,saya bingung dan was was jangan- jangan saya tertipu, imbuhnya.
Menurut keterangan dari pihak Kecamatan Bantaran via telepon yang tidak mau namanya di publikasikan bahwa perekrutan pendamping Desa (PD) atau Pendamping Lokal Desa (PLD) semestinya lewat Jalur web.Kementrian Desa dan untuk Wilayah Jawa Timur bertempat di Surabaya bukan di luar wilayah Jatim dan itupun tanpa di pungut biaya alias gratis, katanya.
Melangsir dari Blok-a.com bahwa Pengurus DPD Kompakdesi Jawa Timur tidak membenarkan informasi yang menyatakan bahwa Kompakdesi merekrut dan meminta sejumblah Uang pada Warga dan kejadian ini sangat di sayangkan oleh Pengurus DPD Kompakdesi Jatim. (red)







