PT. Adhi Karya Toll Probowangi Terkesan Cuci Tangan, Atas Dugaan Terima Material Dari Tambang Ilegal

Newwartaindonesia.com//Probolinggo - Meski telah menimbulkan polemik, nampaknya pihak PT. Adhi Karya sebagai maincont pembangunan toll Probowangi paket 1 diduga tetap menggunakan material tanah uruk dari tambang ilegal dalam pekerjaannya. Seperti yang terjadi pada Senin (10/02/2025), PT. Adhi Karya diduga kembali mendatangkan material dari tambang ilegal milik PE di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. "Iya betul, jalan lagi, kirim lagi ke toll," ungkap narasumber media ini yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh tim media ini, tambang milik PE diduga memang tengah beroperasi. Nampak beberapa pekerja melakukan aktifitas di lokasi galian c itu.
Eri Suryanto, humas PT. Adhi Karya tol Probowangi paket 1 terkesan cuci tangan saat dikonfirmasi oleh wartawan. "Klarifikasi dan liat kontrak," balasnya singkat saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp sembari mengirim cuplikan kontrak kerja dengan Sub Kontraktor.
Eri terkesan enggan memberi penjelasan dan mengabaikan beberapa pertanyaan wartawan kepadanya. Bahkan, Humas PT. Adhi Karya itu terkesan menyalahkan PT. AKS selaku Subcont dalam pekerjaan itu.
Sementara itu, Solehudin, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), mengaku geram atas tindakan yang dilakukan oleh PT. Adhi Karya. Pasalnya, selaku maincont, PT. Adhi Karya dinilai membiarkan pihak subcont menerima material dari tambang yang diduga ilegal.
"Seharusnya PT. Adhi Karya selektif dan jeli. Kalau seperti ini kesannya ada pembiaran dari pihak maincont," ungkap Solehudin.
Oleh karena itu, lanjut Soleh, GMPK akan mengadukan PT. Adhi Karya kepada Kementerian PUPR. "Besok surat pengaduannya kami layangkan ke Kementerian PUPR dengan beberapa tembusan kepihak terkait hingga Presiden," lanjut Soleh.
Soleh berharap dengan dilayangkannya surat pengaduan itu, pihak terkait dapat segera mengambil tindakan tegas. Mengingat permasalahan itu telah menjadi buah bibir khususnya dikalangan Kabupaten Probolinggo. "Lakukan peninjaun ulang, serta audit terhadap pekerjaan PT. Adhi Kaya di Tol Probowangi seksi 1," pungkasnya.
Dari rentetan kejadian dugaan penggunaan material ilegal PT. Adhikarya menuai sorotan dari para aktifis di Probolinggo. (B2L)







