Data Kosong dan Tidak Transparan, Krisis Kepemimpinan PSI Lumajang Diduga Langgar AD/ART, Masyarakat Harapkan Perubahan

By Editor 31 Jul 2026, 16:12:59 WIB Politik
Data Kosong dan Tidak Transparan, Krisis Kepemimpinan PSI Lumajang Diduga Langgar AD/ART, Masyarakat Harapkan Perubahan

Keterangan Gambar : Pengurus dan kader PSI Lumajang sampaikan aspirasi



Newwartaindonesia.com/Probolinggo – Kekecewaan mendalam kini melanda seluruh jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lumajang, mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC) hingga Dewan Pimpinan Anak Ranting (DP/ART) di tingkat desa. 

Para pengurus menilai kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) saat ini telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, serta jauh dari harapan masyarakat yang menginginkan kepemimpinan yang bersih, terbuka, dan bertanggung jawab.

 Sudiyah selaku Ketua DPD PSI Lumajang dinilai gagal membentuk struktur kepengurusan yang rapi, jelas, dan akuntabel. 

Manajemen data serta keanggotaan yang tidak teratur, kosong, dan tidak transparan membuat struktur organisasi menjadi berantakan dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

Kegagalan ini perlahan namun pasti meruntuhkan kepercayaan seluruh jajaran di lapisan bawah, bahkan masyarakat yang selama ini menaruh harapan besar pada PSI sebagai partai yang peduli pada rakyat.

 Kondisi ini semakin menguatkan kesenjangan dengan amanat yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), yang menegaskan bahwa PSI adalah partai terbuka dan sepenuhnya milik rakyat. 

Praktik ketidakterbukaan serta ketidakjelasan data yang terjadi di tingkat daerah dinilai sangat bertentangan dengan jati diri dan arahan utama Ketua Umum partai, yang seharusnya menjadi teladan bagi seluruh kader.

 Merespons hal tersebut, para pengurus DPC mengambil sikap tegas demi menyelamatkan nama baik partai serta menjaga amanah masyarakat. 

Secara bersama-sama, mereka menyampaikan mosi resmi agar kepemimpinan PSI Lumajang periode saat ini segera diganti. 

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi mengembalikan kepercayaan rakyat, menata organisasi agar lebih profesional, dan memastikan PSI Lumajang kembali berjalan di jalur yang benar: melayani aspirasi masyarakat Lumajang dengan jujur, transparan, dan bersatu.

 Seluruh kader dan masyarakat berharap perubahan ini dapat segera terwujud, agar PSI Lumajang kembali menjadi rumah yang inklusif, tempat aspirasi seluruh elemen masyarakat didengar, dan mampu membawa perubahan nyata bagi kemajuan daerah tercinta. (tim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment