Penganiayaan di TPS balak di laporkan kepolisi.Kuasa hukum Melanjutkan Kasus ini Sampai ke Pengadilan

By Muhammad Amin 16 Mar 2025, 21:58:14 WIB Hukum
Penganiayaan di TPS balak di laporkan kepolisi.Kuasa hukum Melanjutkan Kasus ini Sampai ke Pengadilan

Newwartaindonesia.com

Banyuwangi - Perseteruan Beberapa pekerja di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) desa Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya dilaporkan ke Polsek setempat. Diduga pemicu kejadian tersebut  bermula dari chat Whats App (WA) seorang pekerja berinsial ARS kepada istri teman kerjanya yang berinsial IQB.

Kejadian bermula saat IQB bersama adik iparnya DN hendak klarifikasi tentang chat ARS pada istrinya, tidak mendapatkan jawaban pasti hingga terjadi keributan dengan orang lain berinsial JK yang diduga melakukan penganiayaan terhadap DN di TPS balak pada Sabtu 8 Maret 2025 lalu.

Atas kejadian tersebut akhirnya DN melaporkan pada hari itu juga ke polsek Songgon dan langsung melakukan visum. Saat ini DN memberikan kuasa hukum kepada Pengacara Suripto S.H., untuk mendampingi kasus yang di alaminya.

Ketika di konfirmasi awak media pengacara Suripto mengatakan memang benar dirinya yang mendampingi kasus dugaan penganiayaan terhadap DN (kliennya). Selaku penasehat hukum, dirinya tetap kasus ini di lanjutkan sampai persidangan di Pengadilan. Ia berharap kepolisian secepatnya mengungkap fakta kejadian tersebut di TPS desa balak.

"Terjadinya keributan di TPS balak itu ada pemicunya yaitu ada unsur kesengajaan merusak rumah tangga IQB kakak ipar klien saya, dan saya berharap polisi tidak tebang pilih dalam melakukan pemeriksaan kepada pihak yang terlibat. Selaku penasehat hukum saya tetap melanjutkan kasus ini sampai ke persidangan," tegasnya, Sabtu (15/3/2025).

"Pemicu kasus ini adalah ARS chat pada istri IQB yang mengajak berselingkuh dan sebagai suami IQB tidak terima karena merasa ARS sudah menginjak kehormatan keluarganya, lalu bersama adik iparnya (pelapor) untuk menanyakan kepada yang bersangkutan sehingga terjadilah keributan itu. kita tunggu saja hasil pemeriksaan dari kepolisian, dan saya ingin polisi juga dapat melindungi keselamatan klien saya serta keluarganya," lanjut Surip sapaan akrabnya.

Sementara itu, Manajer Umum TPS Balak Nita mengakui adanya perseturuan para pekerja di tempatnya beberapa hari yang lalu dan sudah di tangani Polsek Songgon.

"Benar mas memang kapan hari itu ada keributan antar pekerja di TPS sini dan sudah di tangani Polsek Songgon, selanjutnya untuk lebih jelasnya silahkan kesana saja mas," ucapnya. (Fik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment