Polemik Stockpile Limbah Batu Bara Di Lumajang, Warga Desak Pemerintah Beri Sanksi Imasco

By Muhammad Amin 11 Mar 2025, 17:07:30 WIB Hukum
Polemik Stockpile Limbah Batu Bara Di Lumajang, Warga Desak Pemerintah Beri Sanksi Imasco

Newwartaindonesia.com

Lumajang - Setelah beberapa waktu lalu PT. Semen Imasco Asiatic membuat gempar khalayak Kabupaten Jember karena dianggap merusak jalan di kabupaten tersebut, kali ini produsen semen itu juga memicu polemik di Kabupaten Lumajang. Sebab, bahan baku pembuatan semen yang salah satunya merupakan limbah batu bara atau bottom ash ditimbun di salah satu stockpile pasir Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Hal ini menimbulkan ke khawatiran bagi masyarakat sekitar.

"Walau katanya itu sudah bukan limbah B3, tapi kami sebagai masyarakat awan tetap takut. Karena bagi kami itu teteplah limbah yang berbahaya," ungkap Joko salah seorang warga sekitar, Selasa (11/03/2025).

Menurut Joko, setiap hari puluhan bahkan ratusan dump truck tronton mengirim limbah yang diduga berasal dari PLTU Paiton Probolinggo. Dump truck yang diduga milik salah satu perusahan angkutan berinisial HJG. Saat media ini melakukan konfirmasi terhadap pemilik usaha angkutan ini via pesan singkat whatsapp, tidak mendapatkan tanggapan sampai berita ini di tayangkan. Dilokasi stockpile, ribuan ton limbah itu dituang lalu dioper ke dump truck kecil dengan kapasaitas 15 ton, serta langsung dibawa ke pabrik semen PT. Imasco di Puger Jember. "Yang kami sayangkan, mengapa memilih lokasi terbuka dan dekat pemukiman seperti itu untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Mungkin untuk saat ini warga sekitar belum merasakan dampaknya, tapi kalau diteruskan kami yakin warga sekitar akan merasakan dampaknya, terutama untuk kesehatan," ungkapnya.


Joko berharap, pemerintah Kabupaten Lumajang serta pihak terkait segera mengambil tindakan terkait permasalahan ini. "Jangan biarkan warga sekitar menjadi korban. Atau tunggu ada gejolak seperti demonstrasi baru pihak terkait mengambil tindakan," jelasnya. 

Sementara itu, Berbudi Bawa Laksana Koordinator Masyarakat Peduli Lingkungan Swadaya Masyarakat sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh PT. Semen Imasco Asiatic. Pasalnya, perusahaan asal Cina itu dianggap tak pernah memikirkan dampak dari segala aktifitasnya. "Setelah membuat gaduh di Jember, sekarang mau membuat gaduh di Lumajang," ujar Berbudi.

Perusahaan angkutan yang melakukan kegiatan angkut material bekas limbah berbahaya seharusnya mempunyai ijin khusus angkutan material tersebut. "Perusahan pengangkut yang biasanya disebut transporter harus memliki ijin khusus terhadap angkutan material tersebut," jelas Berbudi. "Saya sudah menghubungi pihak PT. Imasco terkait permasalahan ini, namun tidak ada respon," ungkap Berbudi.

Berbudi berharap pihak terkait segera memberikan sanksi terhadap perusahaan tersebut. "Kalau bisa ditutup saja pabrik semen imasco itu," pungkas Berbudi. (Tim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment