Siswi MI Meninggal Tersengat Listrik di Tempeh Kidul, Kades Pernah Tersengat tapi Tak Ada Tanda Bahaya

Keterangan Gambar : Lokasi yang menyebabkan korban meninggal
Newwartaindonesia.com/Lumajang – Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial Fr meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik di wilayah Dusun Ngebruk RT 01 RW 02, Desa Tempeh Kidul, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Kejadian berlangsung pada Minggu malam, 28 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan kakek dan nenek korban, saat kejadian Fr sedang bermain air bersama teman-temannya di selokan halaman depan rumah yang tergenang air untuk mengaliri sawah. Tiba-tiba ia terjungkal ke selokan, lalu saat berusaha bangkit, tidak sengaja memegang tiang lampu penerangan jalan yang bermasalah. Akibatnya, ia langsung tersengat arus listrik hingga tewas di lokasi.
"Kami kaget sekali, tiba-tiba terdengar teriakan teman-temannya. Saat kami ke sana, cucu kami sudah tergeletak tak berdaya di dekat tiang itu," ungkap sang nenek dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Desa Tempeh Kidul, Sunjoto, mengakui dirinya juga pernah mengalami kejadian serupa di lokasi yang tidak terlalu jauh: "Saya juga pernah tersengat waktu itu saat menyapu halaman di samping rumah karena tangan saya basah." Namun, sampai terjadinya musibah ini, tidak ada pemberitahuan kepada warga maupun pemasangan tanda bahaya di sekitar instalasi listrik yang berisiko tersebut. Instalasi yang berbahaya itu pun tidak segera diperbaiki, bahkan hanya dimatikan lampunya saja, sehingga akhirnya memakan korban jiwa.
Kejadian ini seharusnya bisa dihindari. Kelalaian tersebut diduga memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP, yang berbunyi: "Barangsiapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun."
Saat kejadian menimpa Fr, warga segera menghubungi Kepala Desa Sunjoto untuk melaporkan musibah tersebut. Namun kala itu, ia beralasan belum bisa segera hadir karena menghadiri kegiatan pentas seni dan rapat di TK di dusun Merto. Pak Sunjoto baru tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 dini hari.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban merasa belum ikhlas. Mereka mengaku mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000, Sementara itu, kabel listrik pada tiang yang diduga bermasalah tersebut baru diputus segera setelah kejadian berlangsung.
Pihak keluarga dan warga berharap kasus ini segera ditangani serius oleh aparat, mulai dari pemeriksaan kelalaian, penertiban instalasi listrik yang tidak standar, hingga pemenuhan hak santunan bagi keluarga korban.
Ivestigasi akan terus dikembangkan termasuk membedah asal muasal sehingga kejadian tragis ini menimpa salah satu warga, terlebih korban merupakan anak yang masih mempunyai masa depan yang lebih baik. (Tim)






